Tim Junior Arung Jeram Indonesia Raih Juara World Rafting Championship

Biuus.com, Jakarta – Sejumlah ekspresi bahagia bercampur haru terjadi di tepi Sungai Tara, Foca, Bosnia-Herzegovina, usai tim Junior Women Rafting (Arung jerang) Team Indonesia menuntaskan nomor Down River Race (DRR) dan meraih peringkat pertama.

Dengan demikian, tim yang dikapteni Selawati Solihin dan beranggotakan Lista Natasya Peniwati, Siti Nurranti, Diana Lapanda dan Wulanda Putri Febriana ini kembali meraih gelar Juara Dunia untuk kategori usia U23 (Junior) pada World Rafting Championship 2022.

Pelatih Aceng Supendi menjelaskan, kompetisi ini berlangsung sengit karena tim Jepang selalu menempel ketat sepanjang waktu tempuh 36 menit 36 detik 32 sekon, dan beradu cepat pada garis finish sehingga unggul sekitar 6 detik.

“Kemenangan pada nomor DRR yang menempuh jarak sepanjang 7 km dan melewati jeram yang kebanyakan kelas 2 ini, menempatkan tim Junior Women Indonesia pada peringkat pertama secara overall,” ungkapnya.

Menurutnya, kemenangan yang diraih ini bukan tidak mengalami rintangan. Pada nomor Sprint yang dilakukan di sungai Vrbas, Banjaluca, Bosnia-Herzegovina, tim mengalami kekalahan telak dan meluncur sampai peringkat terendah. “Semangat tim sempat hilang dan benar-benar down,” akunnya.

Namun, lanjut Aceng, dirinya dengan para official dan pendukung terus memberikan dorongan motivasi dan suport tim. “Kami mengingatkan bahwa kekalahan pada hari pertama itu bukanlah akhir dari segalanya, maka semangat untuk mengibarkan merah-putih berkobar kembali,” ujarnya.

“Mereka memilih untuk meninggalkan kesedihan hari itu dan menetapkan tekad untuk menunjukkan bahwa mereka memang pantas menjadi juara,” sambung Aceng.

Sementara itu, Kapten Tim Selawati Solihin menuturkan, keberhasilannya berkat upaya untuk fokus, komunikasi, kecepatan merespon dan pemahaman akan tugas masing-masing dalam tim, hasil latihan selama lebih dari bertahun-tahun berwujud nyata kembali.

“Tim kami sudah berlatih sangat keras bahkan di sepanjang masa pandemi, kekalahan pada nomor Sprint banyak faktor, yakni kelelahan akibat perjalanan yang panjang dan adanya dua anggota baru,” jelasnya.

Dikatakannya, faktor jam terbang atau belum berpengalaman turun pada kejuaraan dunia dan hanya berkesempatan mengenal jalur sehari sebelum pertandingan, adalah penyebab utama tim belum menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.

“Intinya, kami merasa lega, bangga, seneng banget dan masih gak nyangka dapat mewakili Indonesia dan memenangi kejuaraan ini,” ujar Selawati.

Untuk diketahui, kesempatan untuk berlaga di World Championship 2022 berkat dukungan Bank Raya Indonesia, PT Jasa Global Bina Karya, Sompo Insurance Indonesia, PT TImah, Universitas Budi Luhur, Adaro Water, Radjak Hospital dan berbagai pihak lain ini, tidak ingin mereka sia-siakan.

Tim junior ini terbentuk sejak tahun 2014 dan pernah juga menjuarai World Rafting Championship 2019 di Tully river, Australia, dengan dayungan indah dan efektifnya, kemudian menyabet emas pada nomor Head to Head dan Slalom.

Selamat tinggal WRC 2022, sampai jumpa di WRC 2023, kesempatan lanjut untuk memperbaiki peringkat Indonesia di mata dunia arung jeram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *