JAKARTA – PLN Enjiniring memperkenalkan teknologi energi bersih kepada pelajar melalui kegiatan edukasi Green Energy yang digelar di SMK Negeri 5 Jakarta, Selasa (19/5), sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama PT PLN (Persero).
Kegiatan bertema “Energi Masa Depan: Hijau Bersih Terbaik” itu diikuti para siswa untuk memperluas wawasan mengenai energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perkembangan teknologi masa depan yang mendukung transisi energi nasional.
Vice President Contract and Management PLN Enjiniring, Christine Fransisca, mengatakan dunia saat ini sedang bergerak menuju penggunaan energi bersih rendah emisi guna menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Menurut dia, dalam 10 hingga 20 tahun mendatang masyarakat akan semakin akrab dengan pemanfaatan teknologi berbasis energi terbarukan, termasuk kendaraan listrik dan panel surya.
“Ke depan kendaraan listrik akan semakin mendominasi. Rumah dan sekolah akan banyak menggunakan panel surya, sementara berbagai teknologi akan dibantu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI),” katanya.
Ia menambahkan transformasi energi hijau merupakan bagian dari kesadaran global dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kualitas lingkungan hidup.
Kepala SMK Negeri 5 Jakarta, Rugianto, mengatakan edukasi mengenai konservasi energi perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh kesadaran menjaga lingkungan pada generasi muda.
“Tanggung jawab terkecil kita adalah mematikan lampu saat tidak digunakan. Dari kebiasaan kecil itulah kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, siswa juga diberikan pemahaman mengenai manfaat kendaraan listrik dalam menekan emisi karbon dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Sementara itu, Manajer Pengembangan dan Pelayanan Human Capital PLN Enjiniring, Pantas Harbujuan Nababan, mengatakan transformasi energi turut membuka peluang kerja baru di bidang kelistrikan dan energi terbarukan.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berlangsung cepat telah mengubah kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga generasi muda perlu mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
“Transformasi energi membuka banyak profesi baru di bidang kelistrikan dan energi terbarukan. Generasi muda harus siap menghadapi perubahan tersebut dengan kompetensi yang relevan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, PLN Enjiniring berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya energi bersih bagi keberlanjutan bumi, tetapi juga terdorong untuk mengambil peran dalam mendukung transformasi energi nasional di masa mendatang.






