SAINT PETERSBURG, RUSIA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), melalui Badan Perwakilan KNPI untuk Federasi Rusia (BP KNPI Rusia), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang media massa dengan Center for Media Strategies, organisasi media asal Rusia (21/09/26).
Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi di bidang komunikasi, informasi, pemberitaan, pertukaran wawasan jurnalistik, serta penguatan jejaring kepemudaan Indonesia dengan jaringan media internasional.
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan media internasional dapat menjadi ruang strategis bagi KNPI untuk memperluas komunikasi dan pertukaran informasi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi serta aktivitas kepemudaan Indonesia di tingkat global.
“Sebagai Organisasi Kepemudaan terbesar di Indonesia, KNPI menyambut positif kerja sama dimaksud dan tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk didalami. KNPI memiliki jaringan kepemudaan yang luas di Indonesia, sementara kerja sama dengan media internasional dapat membuka ruang komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih luas sekaligus memperkenalkan berbagai potensi dan aktivitas kepemudaan Indonesia di tingkat global,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DPP KNPI, Devis Abuimau Karmoy, dalam keterangannya, Minggu (20/09/2026) di Tanah Air.
Dalam kerja sama tersebut, media massa dalam jaringan Center for Media Strategies yang disebutkan dalam dokumen adalah Yuzhnaya Sluzhba Novostey dari Kota Rostov dan Inform69 dari Kota Tver. Kedua media tersebut merupakan media dalam jaringan berbahasa Rusia.
Kerja sama dengan media lokal Rusia ini diarahkan tidak hanya sebagai jembatan kebudayaan dan penguatan diplomasi kepemudaan Indonesia-Rusia, tetapi juga sebagai wadah pertukaran informasi yang bersumber langsung dari masyarakat lokal Indonesia kepada masyarakat lokal Rusia, maupun sebaliknya.
“Kerja sama kepemudaan dan informasi antara Rusia dan Indonesia saat ini sangat penting bagi pengembangan hubungan persahabatan yang telah terjalin antara kedua negara. Generasi muda kedua negara perlu lebih banyak dilibatkan dalam agenda sosial-budaya, dengan menceritakan tradisi, sejarah, agama, dan berbagai proyek; di sinilah media massa memainkan peran besar. Interaksi semacam ini akan membuka potensi daerah-daerah di kedua negara, menunjukkan daya tariknya, sekaligus mendorong terciptanya proyek-proyek bersama,” ujar Mark Bykov, selaku Direktur Center for Media Strategies.
Memorandum kerja sama tersebut disusun dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Rusia, dan Inggris. Ruang lingkup kerja sama mencakup produksi bersama dan pertukaran publikasi serta konten digital, penyelenggaraan pelatihan dan kegiatan bersama untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta bantuan konsultasi, informasi, metodologi, organisasi, dan pertukaran pendapat ahli.
Ketua BP KNPI Rusia Teguh Imanullah mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi dan praktik terbaik dalam bidang organisasi serta kegiatan kepemudaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di kedua negara.
“Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat pertukaran informasi dan praktik terbaik di bidang organisasi dan kegiatan kepemudaan, pendidikan serta pemberdayaan masyarakat dari kedua negara. Sebagai Badan Perwakilan KNPI yang langsung melakukan eksekusi dan koordinasi teknis, kami harap ini dapat menjadi upaya nyata diplomasi kerakyatan dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia yang telah ditandatangani kedua presiden pada Juli 2025 lalu,” tutur Teguh Imanullah.
Sebagai langkah lanjutan, kedua pihak akan membentuk kelompok kerja bersama atau joint working group. Kelompok ini akan merumuskan berbagai aspek teknis secara lebih komprehensif, termasuk kerangka kerja sama serta daftar kegiatan strategis yang akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya jejaring komunikasi dan media internasional yang lebih luas sekaligus memperluas ruang keterlibatan pemuda Indonesia dalam pertukaran informasi di tingkat global.







