Merauke, Papua Selatan – Kampung Wogikel di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menjadi salah satu gambaran nyata kehidupan masyarakat pesisir yang masih sangat bergantung pada laut sebagai urat nadi kehidupan. Di tengah hamparan mangrove dan perairan luas pesisir selatan Papua, masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai keterbatasan infrastruktur dan akses pembangunan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan dan dokumentasi udara, sebagian besar permukiman warga dibangun di kawasan pesisir berlumpur dan rawa pasang surut menggunakan konstruksi kayu dan bangunan semi permanen. Rumah-rumah warga tampak saling terhubung melalui jembatan kayu kecil yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat.
Aktivitas masyarakat terpusat di sekitar dermaga rakyat yang menjadi jalur utama transportasi laut dan distribusi logistik. Sejumlah kapal nelayan, speed boat, dan kapal penumpang terlihat bersandar di pesisir kampung, menandakan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap jalur laut.
Selain menjadi pusat mobilitas masyarakat, kawasan pesisir Wogikel juga menyimpan potensi ekonomi perikanan yang cukup besar. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat kondisi yang cukup memprihatinkan, yakni keberadaan pabrik pengolahan ikan berukuran besar yang kini sudah tidak lagi beroperasi.
Bangunan pabrik yang masih berdiri di kawasan pesisir menjadi saksi bahwa wilayah tersebut sebelumnya pernah memiliki aktivitas industri perikanan yang berkembang. Tidak beroperasinya pabrik diduga berdampak terhadap menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi nelayan dan warga yang sebelumnya menggantungkan penghasilan pada sektor pengolahan hasil laut.
Saat ini masyarakat lebih banyak bergantung pada aktivitas nelayan tradisional, perdagangan kecil, rumah makan, dan jasa transportasi laut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Infrastruktur dasar seperti jalan permanen, listrik stabil, jaringan komunikasi, dan fasilitas umum juga masih sangat terbatas.
Meski demikian, Kampung Wogikel tetap menunjukkan denyut kehidupan masyarakat pesisir yang kuat. Kawasan mangrove yang masih terjaga mengelilingi kampung dan menjadi pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi dan gelombang laut.
Secara strategis, Wogikel memiliki posisi penting sebagai jalur konektivitas wilayah pesisir selatan Merauke. Dengan potensi perikanan, transportasi laut, dan sumber daya pesisir yang dimiliki, wilayah ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Masyarakat berharap adanya perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan pembangunan dasar, menghidupkan kembali sektor industri perikanan, serta memperkuat akses transportasi dan pelayanan publik agar kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat di masa mendatang.











