Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali mencatatkan penguatan signifikan. Pada 26 Januari 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp 2.917.000, naik Rp 30.000 dibandingkan harga sebelumnya yang tercatat Rp 2.887.000 pada 25 Januari 2026.
Meski pada perdagangan berikutnya harga beli emas fisik terkoreksi tipis Rp 1.000 ke posisi Rp 2.916.000/gram, pergerakan tersebut dinilai masih sangat sehat dan mencerminkan dinamika pasar yang normal setelah lonjakan harga.
Dalam periode tiga bulan terakhir, grafik harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Harga emas bergerak dari kisaran Rp 2,2 jutaan hingga mendekati Rp 2,9 jutaan per gram di akhir Januari 2026. Pola ini memperlihatkan minat investor yang terus meningkat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis Jaringan Media Pemuda Indonesia (AMPI), M Yudi Suparta, menilai bahwa kenaikan harga emas Antam mencerminkan kuatnya sentimen pasar terhadap aset aman.
“Kenaikan harga emas Antam yang cukup signifikan menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama investor dalam menjaga nilai aset. Koreksi tipis yang terjadi justru menjadi sinyal wajar dan sehat dalam tren naik. Selama faktor ketidakpastian global dan tekanan inflasi masih ada, peluang penguatan harga emas ke depan tetap terbuka,” ujar M Yudi Suparta, Analis Jaringan Media Pemuda Indonesia (AMPI).
Menurutnya, fluktuasi jangka pendek dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi bertahap, terutama bagi investor ritel dengan orientasi jangka menengah hingga panjang. Dengan tren yang masih menguat, emas Antam dinilai tetap relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio di awal tahun 2026.






