oleh

Raja Sapta Oktohari Laporkan Hasil Raker KOI Untuk Perencanaan Tahun 2022

Biuus.com, Jakarta  –  President NOC Indonesia (Ketum KOI) Raja Sapta Oktohari dan jajaran melaporkan Rapat Kerja (Raker) ke Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali di lantai 10, Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).

Ketum KOI Raja Sapta Oktohari menyampaikan laporannya pihaknya mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memajukan olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“KOI pun sangat bersemangat untuk memajukan DBON, supaya bisa melahirkan atlet yang berbakat dan bisa berprestasi di ajang tertinggi yaitu olimpiade,” ucap Ketum KOI.

Ketum KOI Raja Sapta Oktohari menyampaikan perencanaan berbagai even tersebut, dan akan menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku, utamanya tentang karantina.

“Untuk hasil raker sedang diformulasikan, nanti akan kita laporkan secara lengkap. Karena berbagai even internasional dimana Indonesia akan dikunjungi oleh federasi dan atlet serta official, untuk mengatur karantina perlu perencanaan matang, segera kita siapkan,” kata Okto.

Baca juga : Menpora Zainudin Amali Berpesan KOI Harus Mempersiapkan Prokes Ketat Untuk Event Internasional

Oktohari juga mengusulkan sejumlah nama untuk menjadi chef de mission (CdM) untuk ajang olahraga SEA Games 2022 di Vietnam dan Asian Games di Hangzhou 2022. Selain itu, dia juga mempertanyakan terkait karantina atlet dan official yang datang dari luar negeri.

Menggapi paparan Ketum KOI, Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya konsisten akan menempatkan SEA Games dan Asian Games sebagai sasaran bukan utama.

“Sehingga SEA dan Asian itu untuk menuju olimpiade Paris 2024. Sekaligus menjadi ajang mempersiapkan kualifikasi yang ada, kita konsentrasi pada cabang olahraga DBON dan yang tidak masuk dalam DBON tapi punya kemungkinan berprestasi,” kata Menpora Amali. 

Menpora Zainudin Amali mengungkapkan Ketum KOI melaporkan hasil Raker beberapa waktu lalu dan menjelaskan event yang di targetkan DBON.

“Apapun event yang diikuti, selain Olimpiade merupakan sasaran antara, semua harus fokus pada Paris 2024. Keikutsertaan pada SEA Games, Asian Games memprioritaskan pada cabor yang ada di DBON sehingga bisa menjadi ajang persiapan menuju Olimpiade. Untuk diluar DBON bisa dititikberatkan yang lolos kualifikasi,” ucap Menpora Amali.

Baca juga : Menpora Zainudin Amali Terima Laporan Raker KOI Untuk Perencanaan 2022

Menurut Menpora Zainudin Amali, cabor yang ada di SEA Games harus ada penekanan khusus untuk meningkatkan peringkat negara.

“Perlu juga ada penekanan khusus untuk SEA Games dan Asian Games prestasi cabor. Bisa saja secara peringkat negara tidak maksimal, tetapi ada prestasi cabor menjadi juara umum, misalnya itu bisa menjadi ukuran keberhasilan,” tegas Menpora Amali.

Menpora Zainudin Amali mengungkapkan, adapun yang untuk event internasional dimana Indonesia sebagai tuan rumah dan mewanti-wanti perlu tetap memperhatikan penerapan disiplin protokol kesehatan.

Dalam rapat terbatas yang dipimpin Wapres, Ketua BNPB menyebutkan ada contoh keberhasilan penerapan karantina seperti pada even Kejuaraan Bulutangkis di Bali dan Superbike Mandalika.

“Untuk karantina sebagaimana kata Ketua BNPB saat rapat terbatas, dapat mencontoh Bulutangkis di Bali dan Superbike Mandalika, yaitu sistem bubble (Bandara-Hotel-Tempat Kegiatan, misal), silakan dibuat perencanaannya, nanti kita sampaikan,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed