by

Pondasi Sifat dan Watak Anak Usia Dini

 Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan orang lain dalam menjalani hidupnya. Tak terkecuali siapa pun, baik orang kaya orang miskin, pintar, bodoh sempurna maupun cacat sekalipun memiliki keunikan, kelebihan serta kekurangannya masing – masing. Oleh karena itu, diperlukan suatu keadilan manusiawi yang menempatkan manusia pada kedudukan awalnya sebagai mahluk yang unik, sempurna sekaligus mahluk yang kompleks. Seorang manusia sudah sewajarnya diperlakukan sebagai manusia dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat dari manusia itu sendiri dari mulai lahir hingga dewasa.
 
Anak usia dini adalah anak berada pada rentangan usia 0-8 tahun, dimana pada masa ini anak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Hampir 80% kecerdasan anak mulai terbentuk, tahap awal pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai pada masa prenatal. Sel-sel tubuh anak berkembang dengan cepat, tahap awal perkembangan janin sangat penting untuk mengembangkan sel-sel otak, bahkan pada saat lahir sel otak tidak bertambah lagi. Setelah lahir terjadi proses meilinasi dari sel-sel syaraf dan pembentuakan hubungan antara sel syaraf, hal ini amat penting dalam pembentukan kecerdasan.
Masa usia dini disebutkan pula oleh para ahli (Montessori) sebagai “masa peka”, yang merupakan masa munculnya berbagai potensi tersembunyi (hidden potency) atau suatu kondisi dimana suatu fungsi jiwa membutuhkan rangsangan tertentu untuk berkembang. Pertumbuhan sel-sel syaraf dan masa peka diperjelas lagi dengan munculnya masa eksplorasi. Hal ini mengingat bahwa kebutuhan sel syaraf untuk berkembang ditunjukkan oleh seorang bayi atau anak melalui aktivitas gerakan tangan, kaki, mulut, dan mata, oleh sebab itu perlu mendapat stimulus yang tepat pada masa ini. Jika pada masa peka ini tidak dipergunakan secara optimal maka tidak akan ada lagi kesempatan bagi anak untuk mendapatkan masa pekanya kembali.
Dijelaskan oleh para ahli bahwa pada rentang perkembangan 0-8 tahun muncul masa yang dinamakan dengan “masa trotz alter 1” atau disebut juga masa “membangkang tahap 1”, hal ini terlihat terutama pada anak usia 3 sampai 6 tahun. Masa ini diperkuat dengan munculnya ‘ego’ (keakuan) yang merupakan cikal bakal perkembangan “jati diri” anak. Tindakan membangkang anak merupakan wujud bahwa keakuan anak muncul. Anak tidak selalu harus menurut pada apa yang diperintahkan orang dewasa, hal ini ditunjukkan dengan sikap atau tindakan menolak atau menunjukkan sikap/tindakan yang bertolak belakang dengan sikap/tindakan yang diinginkan oleh orang dewasa. Tumbuhnya ego/keakuan ini harus didukung oleh tindakan edukatif dari orang dewasa disekitarnya, sehingga keakuan anak akan berkembang kearah terbentukanya konsep diri atau jati diri yang positif pada anak.
Sumber: Biuuslibrary

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed