oleh

Pemuda ini Terus Berinovasi dan Hadirkan Solusi Konkrit di Tengah Pandemi

Biuus.com, Lumajang  –  Pandemi covid 19 yang melanda Indonesia bahkan belahan dunia menjadi permasalahan yang tidak hanya berdampak di dunia kesehatan, terlebih di dunia pendidikan dan ekonomi, hal ini membutuhkan keterlibatan semua pihak dan berbagai terobosan agar segera tertangani dan terselesaikan dengan baik.

Kreativitas, loyalitas  serta nilai-nilai sosial diuji terlebih mendekati momen sumpah pemuda tahun 2021 ini, untuk itulah Zainul Arifin atau Mas Za sapaan akrabnya, seorang pemuda yang berasal dari Dusun Pasinan Desa Karangbendo Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang Jawa Timur ini terus melakukan inovasi dan mengembangkan kreatifitas beserta pemuda dan masyarakat di Desanya guna menghadapi dan menghadirkan solusi atas permasalahan ini.

Salah satu yang ia lakukan bersama timnya adalah membuat sentra pemberdayaan ekonomi baru dengan menyulap  bahu jalan menuju ke ladang (ketegalan dalam bahasa jawa) yang dahulu kotor, tidak bermanfaat bahkan rawan tindakan kejahatan menjadi daerah yang menghasilkan bagi masyarakat sekitar dengan berjualan makanan dan minuman berkonsep ala desa dan tradisional, uniknya makanan dan minuman yang dijual minim berbungkus plastik, tidak ada banner dan berkonsep ndeso serta hanya dibuka setiap minggu pagi.

Tempat yang di beri nama Dalan Tegalan itu kini dikunjungi setiap hari minggunya sekitar 400 hingga 500 orang dengan jumlah pedagang mencapai 40 an orang warga desa sekitar, dibuka mulai bulan Agustus 2021 hingga saat ini sudah lebih dari 2500 orang yang telah menikmati kuliner dan berkunjung ke tempat ini , tentunya ini menjadi solusi dari permasalahan yang berdampak pada ekonomi dan menguatkan kecintaan pada makanan serta minuman tradisional yang dapat menekan radikalisme serta konfik sosial di Masyarakat walaupun kendala yang dihadapi juga tidak sedikit.

Selain penguatan kearifan lokal juga terus dilestarikan melalui Sanggar Seni CIO Indonesian Arts Culture yang berkonsentrasi pada musik dan tari tradisi, sehingga generasi muda ditengah pandemi tetap bisa berkarya tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

saat dikonfirmasi oleh tim biuss.com, mengapa hal ini dilakukan, ia beranggapan bahwa kondisi bangsa ini menjadi tanggungjawab bersama, tidak pemuda hanya diam melihat bangsanya yang sedang menghadapi banyak masalah, ia harus hadir berama-sama masyarakat bersinergi untuk bergerak dan beraksi, apalagi seperti saya tinggak di desa, maka yang terpenting adalah  bersama teman-teman terus berkreasi dan berinovasi, tuturnya.

Mas Za memang dinilai aktif menggerakkan warga dan pemuda diberbagai sektor diantaranya : kepemudaan, kerukunan dan moderasi beragama, pendidika kearifan lokal, anti Narkoba, kepariwisataan dan sektor budaya sehingga hal inilah yang mengantarkan dirinya menyabet berbagai penghargaan baik Regional maupun Nasional seperti ; Pemuda Pelopor Nasional, Duta Penuda Kreatif dari Kemenpora, Wirausaha mula berprestasi, Peraih Satu Indonesia Awrads serta memimpin beberapa organisasi/ komunitas pemuda.

Kreatifitas Pemuda Indonesia memang sedang diuji untuk terus bersinergi sehingga bonus demografi pada tahun 2046 akan benar benar memberi manfaat bagi bangsa Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed