oleh

Menpora Amali Harap Pemuda Katolik Agar Bekerja Sama Dengan Kemenpora

Biuus.com, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menerima Ketum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, di Ruang Kerja Lantai 10 Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022) pagi. Kehadiran Pemimpin Pusat Pemuda Katolik tersebut untuk melaporkan kepengurusan yang baru usai kongres di Semarang pada bulan November tahun lalu, serta rencana aksi program dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 26-29 Mei 2022.

“Pagi ini saya menerima Ketua Umum Pemuda Katolik dan jajaran, mereka menyampaikan sudah selesai kongres dan program-program yang akan dilaksanakan ke depan serta akan melakukan Rakernas di Sulawesi Utara pada bulan Mei yang akan datang dan mengundang saya untuk hadir,” ucap Menpora Amali.

Menpora Amali juga menyampaikan bahwa, kondisi kepemudaan dengan dinamika organisasinya saat ini sangatlah berbeda dibandingkan era tahun 80-an kebawah. Bila tempo dulu banyak berkecimpung di urusan dunia perpolitikan maka saat ini berubah drastis dengan hal-hal transformasi digital.

“Perlu disadari bahwa era sekarang berbeda, kalau 80-an ke bawah ormas kepemudaan banyak membicarakan urusan politik, saat ini sibuk dengan gadget dan dunia digital. Pemerintah mengapresiasi upaya-upaya masyarakat seperti apa yang disampaikan Ketua Umum, transformasi digital menjadi penting, apalagi bagi Pemuda Katolik yang tidak saja jejaring dalam negeri tetapi tuntutan global hingga luar negeri,” ungkap Menpora Amali.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Bertekat Dapat Meraih Medali Emas Pada Ajang SEA Games 2021

Adapun program-program Kemenpora yang menjadi prioritas dan dapat disinergikan terutama yang menyangkut kemandirian sebagai pemuda yang akan banyak mengisi dunia kerja, dan setelah selesainya DBON akan ada yang menyusun peta jalan kepemudaan dalam Desain Besar Kepemudaan Nasional.

“Perlu disikapi bahwa peluang kerja ke depan akan semakin sempit sementara pencari kerja kaum muda semakin banyak. Oleh karena diperlukan pemuda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing, serta bagaimana terus mengembangkan semangat wirausaha,” ungkap Menpora Amali.

“Setelah DBON untuk olahraga, akan menyusul Desain Besar Kepemudaan Nasional, yang semakin jelas arah pembangunan kepemudaan, dan bagi Pemuda Katolik dapat mengambil peran untuk bersinergi dan berkolaborasi. Perlu ada perubahan paradigma, harus berani meski tidak populer, yang penting bangsa ini maju,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed