oleh

Menpora Amali Apresiasi Percasi Dalam Pembinaan Atlet Catur

Biuus.com, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga  Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali membuka Turnamen Catur Kilat JAPFA Ramadhan Cup 2022, di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/4/2022) siang, dan Menpora Amali mengapresiasi langkah yang dilakukan Percasi dalam proses pembinaan atlet catur.

“Jadi catur cepat (kilat) dalam rangka persiapan untuk SEA Games yang dilakukan oleh PB Percasi kemudian didukung oleh PT JAPFA, kami mengapresiasi upaya-upaya dari Pengurus Cabor, apalagi didukung oleh masyarakat oleh perusahaan, ini sungguh kolaborasi yang luar biasa dan apa yang dipertandingkan adalah yang kita hadapi di SEA Games nanti ada nomor ini,” ucap Menpora Amali. 

“Kita tahu bahwa Vietnam juga punya Grand Master jadi kita harapkan anak-anak kita yang akan bertanding di SEA Games sudah siap. Nah oleh Pengurus Percasi disiapkan tempat terakhir berlatih sebelum mereka berangkat,” tambahnya.

Baca juga: Menpora Amali Harap PB PABSI Mengikuti SEA Games 2021 Dengan Maksimal

Pemerintah juga mengapresiasi Grand Master Utut Adianto yang setiap saat berinovasi terus dengan segala kemampuan, jaringan, dan berbagai sumber daya sehingga catur terus berprestasi dan melahirkan terus GM-GM baru.

“Tidak banyak pimpinan cabor yang mau berinovasi melakukan pembinaan di cabor masing-masing. Percasi adalah salah satu cabor yang kita andalkan dan sekali lagi terima kasih kepada Mas Utut Adianto,” katanya.

Untuk kesekian kalinya, Menpora Amali kembali menjelaskan bahwa semua atlet yang sudah didaftarkan ikut untuk SEA Games itu sudah melalui seleksi Tim Review, yang independen dan obyektif. Untuk kali ini masih berbasis data prestasi yang ditorehkan selama ini, namun untuk ke depannya akan ditingkatkan kembali parameternya, agar SEA Games dan Asian Games yang dalam DBON disebut sasaran antara dapat menjadi pijakan ke sasaran Olimpiade.

“Ya sekali lagi perlu diketahui baru kali ini kita lakukan seleksi melalui Tim Review. Sehingga kenapa banyak orang yang ingin berangkat tetapi kalau kurang prestasi kita tidak berangkatkan. Prof Moch Asmawi dari FIK UNJ yang mengetuai Tim Review tidak mungkin mempertaruhkan kredibilitasnya hanya dengan kongkalikong,” tegas Menpora Amali. 

“Kami juga tidak mengizinkan untuk berangkat mandiri. Kenapa akhirnya kita menjadi ada negara tapi ada juga yang sendiri-sendiri tidak terukur. Dengan itu supaya cabor mempersiapkan diri sejak awal pembinaan, kedepan ukuran akan kita tingkatkan lagi,” tambahnya.

Yang dimaksud peningkatan penilaian untuk yang akan datang ialah mereka yang berangkat dan dibiayai negara yang benar-benar ada peluang untuk berprestasi.

“Catur saya tidak meragukan lagi dan sudah tahu track record catur, medali yang diprediksikan dan itu sudah dihitung oleh Tim Review insyaallah akan diperoleh,” ungkap Menpora Amali penuh keyakinan.

Acara dibuka secara simbolis dengan langkah pertama oleh Menpora Amali terhadap Laga Eksebisi Catur Kilat antara pecatur wanita muda GM Theodora W melawan legenda GM Cerdas Barus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed