oleh

Kemenpora, PB PON dan PB Peparnas Resmi Kerja Sama, Bahas Bantuan Dana Tambahan dari APBN

Biuus.com, Jakarta  –  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan PB PON XX dan PEPARNAS XVI PAPUA Tahun 2021 Bantuan Pemerintah atas Dana Tambahan APBN untuk Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 di Provinsi Papua.

Perjanjian kerjasama bernomor: 09.27.09/PPK-PKS/D.IV-5/1X/2021 dan nomor 29.27.09/PPK/PKS/D.IV-5/IX/2021 ini dilaksanakn di Auditorium Kemenpora, Senin (27/9/2021).

Perjanjian kerjasama ini ditandantangani oleh Firtian Judiswandarta, selaku Plt, Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastuktur Olahraga (SIOR) Kemenpora. Sementara dari PB PON dan Peparnas diwakili, Doren Wakerkwa Jabatan, Ketua Hanan Panitia Besar Pekan Paralimpik Nasional (PB PEPARNAS XVI).

Hadir pada acara tersebut, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Dr. Sunarta, S.H, M.H, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto, Deputi Bidang PIP Polsuskam BPKP, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, dan Direktur Pelaksanaan Anggaran DJA Kemenkeu.

Baca juga : Menpora Zainudin Amali Resmikan Liga 2, Harap Jadi Ajang Pembinaan Timnas

Menpora Zainudin Amali menjelaskan, bahwa penambahan anggaran untuk PON XX dan Peparnas XVI atas permohonan dari Ketua PB PON XX, yang juga Gubenur Papua, Lukas Enembe kepada Presiden Joko Widodo.

Kemudian dilakukan review oleh tim sehingga hasil terakhir dana tersebut senilai Rp1,4 triliun untuk PON dan Rp175 miliar untuk Peparnas.

“Prosesnya memang panjang. Karena kita harus hati-hati menyangkut administrasi. Saya khususnya berpesan kepada teman-teman Kemenpora agar pelaksanaan PON XX, sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses administrasi,” ujar Menpora Amali.

Menurut Menpora Amali, kesuksesan prestasi tuan rumah Papua di PON, harus dikuti dengan kesuksesan penyelenggaraan. Olehnya, panitia besar PON dan Peparnas harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada kontingen dari berbagai tanah air.

“Harus membuat rasa nyaman membuat rasa aman supaya tidak ada yang pulang dari Papua punya kesan yang tidak baik. Saya berharap PB PON melaksanakan itu dan pasti bisa,” jelasnya.

Selain kesuksesan prestasi dan penyelenggaran, Menpora Amali mengingatkan hal penting pada pelaksanaan PON adalah sukses adminitrasi, terutama laporan dan penggunaan keuangan negara dalam kegiatan.

“Itulah sebabnya, kami mengundang kehadiran dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, agar membuat kita tenang, tetapi hati-hati. Jangan sampai disaksikan Jamintel dan Dirtipikor Polri tapi kemudian pekerjaan kita sembrono,” tegasnya.

Terkait adanya perbedaan jumlah yang ditandatangani dalam perjanjian kerjasama dan anggaran yang disetujui Kemenkeu, Menpora Amali menjelaskan bahwa sebagian masih dilengkapi administrasinya.

“Jadi yang ditandandatangani tadi yang sudah lengkap administrasinya. Kenapa kita lakukan seperti itu, karena kita ini hanya menjadi tempat lewat. Jadi ini tidak dikelola Kemenpora. Dana dari kementerian keuangan, dari BA BUN langsung disalurkan melalui PB PON dan Peparnas,” pungkasnya.

Menpora Amali menyampaikan ucapan terimkasih kepada Kementerian Keuangan, Kemendagri, BPKP dan LKPP, Polri dan Kejaksaaan yang telah bersama membuat formula yang baik untuk pencairan dana tambahan PON tersebut yang aman dan tidak menghambat kegiatan.

“Mudahan PON XX dan Peparnas XVI Papua sukses. Sukses Papua adalah sukses Indonesia,” pungkasnya.

Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Menpora Amali dan Presiden Joko Widodo atas perhatiannya terhadap PON dan Peparnas.  

“Kami atas nama Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional dan Peparnas, kami menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pemuda Olahraga dan seluruh yang telah memberikan perhatian yang besar kepada kami dalam persiapan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua tidak pernah dibayangkan oleh masyarakat Papua sebelumnya dan mereka merasakan kebanggaan yang luar biasa atas kepercayaan Negara tersebut.

“Sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan, kami pikirkan bawa PON akan dilaksanakan di Papua. Sesuatu yang tidak mungkin dan mustahil itu, tapi hari ini ternyata dilakukan di Papua,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed