oleh

Kemenpora Kembali Raih WTP

Biuus.com, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2020.

Raihan WTP ini, untuk kedua kalinya secara berturut-turut sejak dipimpin Zainudin Amali. “Alhamdulillah, untuk kedua kalinya tahun ini laporan keuangan Kemenpora mendapatkan predikat WTP,” ujar Menpora Amali kepada wartawan, Selasa (13/7) siang.

Menurutnya, raihan predikat WTP mungkin hal yang biasa bagi lembaga dan kementerian lainnya. “Namun, khusus untuk kami, raihan ini merupakan suatu yang baik dan istimewa untuk perbaikan tatakelola di lingkungan Kemenpora,” jelasnya.

“Terlebih, penghargaan ini baru diraih setelah 10 tahun lamanya. Bahkan, pada periode 2015-2016 Kemenpora sempat disklaimer dan paling bagusnya meraih predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP),” bebernya.

Capaian luar biasa ini, lanjut Menpora Amali, bukan karena kerja menteri saja, melainkan hasil kerja semua pejabat yang ada di Kemenpora mulai dari Sesmen, Deputi, Sesdep, Asdep, Kepala Biro, Tenaga Ahli, Staf Ahli, Staf Khusus dan semua pegawai Kemenpora.

Menpora Zainudin Amali : “Penghargaan ini Diraih Setelah 10 Tahun”

“Semua kita bekerjasama mulai dari tingkat atas sampai ke tingkat paling bawah. Kita sudah punya komitmen, untuk memperbaiki tata kelola di Kemenpora ini dan Alhamdulillah, kita mendapatkan penilaian WTP dari hasil pemeriksaan BPK dan mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan,” harapnya.

“Capaian ini bisa diraih karena semua pihak di Kemenpora sudah punya tekad dan komitmen untuk bergerak bersama melakukan perubahan terutama dalam penataan tata kelola birokrasi yang berkelanjutan,” sambungnya.

Menpora asal Gorontalo ini mencontohkan, semua bantuan fasilitas pada cabang-cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional saat ini dilakukan secara terbuka. Tidak ada lagi negosiasi-negosiasi dan bahkan dana berapa dana yang diberikan, diusulkan, dan disetujui disaksikan wartawan dari berbagai media.

“Itu demi prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dan tentu teman-teman bisa memantau pelaksanaannya di lapangan, alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan baik. Tapi karena sekarang Covid-19, tidak mungkin kita agendakan upacara seperti yang sebelum-sebelumnya,” katanya.

Pada kesempatan ini, Menpora Zainudin Amali menyampaikan, raihan ini mendapat sambutan yang baik dari para pimpinan induk cabang olahraga. “Pimpinan cabor menilai proposal anggaran yang diajukan mereka direview secara fair oleh tim dari akademisi, praktisi, dari internal Kemenpora. Ini yang membuat kita selangkah demi selangkah ada perbaikan di tata kelola birokrasi yang ada di Kemenpora ini. Sehingga laporan mendapatkan status WTP,” ujarnya.

Menpora Amali mengimbau, hal ini bisa dipertahankan. Sebab percuma mencanangkan prestasi-prestasi olahraga kalau tata kelola tidak dibenahi. Oleh karena itu, perbaikan tata kelola menjadi program prioritas nomor satu di Kemenpora.

“Kami yakin dengan tata kelola yang baik, maka pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kepemudaan maupun keolahragaan itu akan bisa tertangani dengan baik. Tapi kalau tata kelolanya tidak kita rapikan atau tidak baik pasti hasil akhirnya juga tidak baik. Kami juga harus jaga jangan sampai menimbulkan masalah terutama masalah masalah hukum bagi institusi ini,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed