by

KELAS INSPIRASI POLMAN #5

Oleh : Herdie Idriawien Gusti

TIM 4 SDN 024 PELITAKAN, KEC. TAPANGO, KABUPATEN POLEWALI MANDAR, PROV. SULAWESI BARAT

Biuus.com. Seperti biasa, tema kelas inspirasi adalah “sehari berbagi selamanya menginspirasi”. Kali ini saya dan beberapa teman-teman yang berasal dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah bergabung di Tim 4 yang berlokasi di SDN 024 Pelitakan, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. Saya yang datang dari Bulukumba sudah tiba di Makassar sejak hari Jumat 20 April 2018. Kemudian berangkat hari Sabtu ke Polman pukul 02.15 WITA bersama kk Fuad. Perjalanan yang cukup lelah dan jalan yang sedikit tidak mulus membuat kami sulit beristirahat di atas mobil dan akhirnya tiba di rumah kk Dian pukul 06.00 pagi. Di sana sudah ada beberapa teman yang sudah bergabung sebelumnya, selain kk Dian, ada kk Tiar, kk Tio, kk nawir, kk Sutra, sementara anggota tim yang lain berada di tempat yang berbeda. Mandi, sarapan dan dilanjutkan kegiatan inti di sekolah.

SDN 024 Pelitakan adalah sekolah yang memiliki siswa paling banyak di antara 10 (sepuluh) sekolah lainnya yang disambangi oleh Tim Kelas Inspirasi ke-5 tahun 2018 ini. Dengan jumlah siswa 214 orang dan memiliki 7 rombel tidak menyurutkan niat kami menginspirasi. Saya sendiri datang dengan membawa profesi sebagai Penyuluh Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba sangat antusias berada dan bergabung dengan orang-orang hebat di tim ini. Kegiatan diawali dengan senam pinguin lalu senam sipong dilakukan di halaman sekolah dan diikuti selain relawan dan siswa juga diikuti oleh guru-guru di sekolah itu. Kegiatan awal itu menandai dibukanya kegiatan inspirasi hari itu. Canda tawa anak-anak SD membuat kami tambah semangat dan melupakan lelahnya perjalanan, lelahnya persiapan, dan lelahnya fikiran yang terkuras sebelum kegiatan ini dilaksanakan. Setelah senam, siswa kembali ke ruangan masing-masing untuk mendapatkan materi dan arahan dari kk relawan.

BIUUS.COM

Saya mengawali masuk ke kelas 4 sementara kk2 relawan yang lain masuk ke kelas yang lain sesuai dengan jadwal yang diberikan kk fasilitator. Kelas 4 ternyata dibagi ke dalam 2 (dua) kelas yaitu kelas IVA dan IVB, oleh karena saya sendiri sehingga gurunya meminta untuk digabungkan saja ke dalam satu kelas. Saya mengawali dengan BOOMBER B sesuai dengan motto Kelas Inspirasi. Masuk ke kelas, memberikan salam, melihat semangat adik-adik SD menyambut saya dan penasaran hal apa yang akan disajikan sehingga menambah energi saya di kelas itu. Saya memperkenalkan tepuk semangat, tepuk jam dinding lalu memperkenalkan diri dan profesi saya, bertanya Bulukumba itu dimana, dan ternyata banyak jawaban yang hadir, salah satunya siswa mengatakan “Bulukumba itu dekat Sinjai kak”, good. Sebelum saya memberikan sedikit materi tentang lingkungan, saya terlebih dahulu memberikan game sehingga anak-anak semakin bersemangat. Game yang saya berikan saya sebut dengan “game militer”. Saya membagi ke dalam 4 kelompok, dan akhirnya di dalam game tersebut didapat 2 orang pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari saya. Walaupun isi hadiah hanya  berupa tempat pensil, pulpen, pensil, penghapus, namun anak-anak sangat senang mendapatkannya karena didapat dari sebuah usaha untuk menang dan usaha menjaga kekompakan tim.

Karena sekolah ini adalah sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, jadi saya tidak sulit berkomunikasi hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan kepada siswa. Saya lalu bertanya lagi adakah yang mengetahui adiwiyata itu seperti apa. Walaupun belum ada jawaban sempurna namun hampir semua siswa tahu bahwa adiwiyata adalah sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Jawaban yang mendekati lalu diberikan hadiah kembali. Setelah menjelaskan sedikit tentang sekolah hijau, saya lalu bertanya kembali: “adakah yang tahu bagaimana cara mencintai lingkungan di rumah? Siswa yang menjawab paling banyak akan mendapatkan hadiah dari saya”. Seluruh siswa di kelas itu tak ada yang mau kalah, semuanya mengacungkan tangan. Dan ada begitu banyak jawaban unik dari siswa di kelas itu, salah satunya adalah ketika ada siswa yang menjawab “cara mencintai lingkungan adalah menggunakan kertas bekas untuk dijadikan kerajinan seperti yang ada di pintu kak. Atau seperti pembungkus hadiahnya kk”. Good answer. Memang sengaja saya bungkus semua hadiah yang saya siapkan ke siswa dengan menggunakan kertas bekas. Model ini untuk mengetahui kepekaan siswa terhadap kecintaannya kepada lingkungan. Dan sontak saja jawaban dari siswa tersebut cukup untuk membuat saya yakin bahwa sekolah ini adalah sekolah adiwiyata yang siap untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi.

Bel berbunyi menandakan bahwa jam mengajar saya sudah habis di kelas itu, dan kemudian bergeser ke kelas 5. Diberikan waktu 30 menit untuk setiap kelas, lalu bergeser ke kelas 6, lalu ke kelas 1. Saya menggunakan konsep pengajaran yang sama untuk setiap kelas, kecuali di kelas 1 yang memiliki sedikit konsep yang berbeda. Pukul 10.30 akhirnya materi selesai, dan setiap siswa diberikan satu kertas daun cita-cita berbentuk daun untuk menuliskan nama dan cita-citanya masing-masing. Daun cita-cita tersebut ditempelkan di pohon cita-cita yang telah disiapkan.

Membaca cita-cita dari siswa di sekolah itu cukup menarik. Walau cita-cita seperti dokter, polisi, tentara, guru masih menjadi cita-cita dominan di sekolah, namun ada juga yang bercita-cita menjadi seorang uztad, seorang pembalap motor cross, menjadi pemain sepak bola, dll. Sebelum siswa balik ke rumahnya masing-masing, hadiah dari kk relawan yang tersisa kembali dibagikan ke siswa yang bisa menjawab pertanyaan dari kk relawan, seperti:

  1. Hari ini 21 April kita memperingati hari apa?
  2. Siapa nama presiden dan wakil presiden Indonesia sekarang?
  3. Siapa nama bupati dan wakil bupati Polman sekarang? Dan masih banyak pertanyaan lagi lainnya.

Setelah foto bersama siswa dan guru, akhirnya selesai juga kegiatan kelas inspirasi di hari itu untuk tim 4. Kegiatan kemudian dilanjutkan di kantor kecamatan dengan agenda refleksi. Seluruh relawan di kelas inspirasi ke-5 Polman yang berjumlah 10 tim dikumpulkan di tempat tersebut untuk memperkenalkan diri, memberikan kesan dan pesan selama kelas inspirasi, serta menampilkan yel-yel antarkelompok. Kami tim 4 kebagian urutan ke-9 untuk menampilkan performanya di atas panggung. Yel-yel yang kurang terencana dengan matang namun sangat menghibur peserta karena 2 (dua) orang MC / pemandu acara yang super kocak adalah bagian dari tim kami sehingga membuat terhibur penonton dengan penampilan yang seadanya. Lalu saya sendiri mewakili tim 4 memberikan kesan dan pesan selama kelas inspirasi. Dalam penuturan, saya mengawali dengan ucapan terima kasih buat seluruh fasilitator, relawan dan fotografer / videografer di KI#5 tahun ini, terlebih fasilitator bekerja selama pra-kegiatan sehingga kegiatan ini bisa sangat sukses seperti yang dirasakan saat ini. Saya juga menyampaikan bahwa saat ini anak-anak kita sudah membuka mata bahwa hobby adalah sesuatu yang bisa dianggap pekerjaan sekaligus. Siswa yang hobby sepakbola boleh bercita-cita menjadi pemain sepakbola profesional, anak yang punya minat di otomotif / motor cross boleh bercita-cita menjadi pembalap motor cross. Terakhir saya sampaikan di dalam acara tersebut bahwa walaupun relawan pengajar di tim kami terbatas padahal jumlah siswa di sekolah kami adalah terbanyak di antara 10 tim yang lainnya namun itu tidak menyurutkan semangat kami berbagi dan menginspirasi. (Hrd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed