oleh

Ihsan Hamid: Reformasi Polri Adalah Upaya Tepat dan Mendesak

Biuus.com, Jakarta – Ihsan Hamid selaku dosen dan analis politik UIN Mataram sebut reformasi Polri adalah upaya yang tepat dan mendesak.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ihsan saat menjadi Narasumber dalam Acara “Bukan Diskusi Biasa Lakeynews” Jumat malam 19/08/2022.

Ihsan menyampaikan bahwa perlunya reformasi Polri karena Polri cendrung memiliki wewenang cukup besar, dan seringkali stigma Polisi menakutkan di masarakat.

“Polisi memiliki stigma menakutkan dibanding, Te tara, Profesor, Kiyai, karena ada citra yang terbangun bahwa polisi lebih mendominasi kewenanangan dalam bidang penegakan hukum, masyarakat sering trauma jika ditangkap” ungkap doktor muda asal NTB.

Ihsan Hamid juga menegaskan sepakat Polri direformasi. Namun, Ihsan tidak sepakat jika Mabes Polri dibubarkan seperti beberapa pendapat yang ada di masyarakat.

“saya sepakat Polri direformasi, tetapi saya tidak setuju jika Mabes Polri dibubarkan karena itu bukan solusi. Seumpama seperti halnya lumbung padi yang banyak tikus, harus dicari tikus-tikus yang memakan padi bukan malah membakar lubung padi nya” Tegas Ihsan.

Selebihnya Ihsan Hamid juga menyampaikan tiga aspek penting sebagai rekomendasi dalam mereformasi Polri.

Pertama, Aspek strukturulal meliputi, posisi kepolisian dalam struktur ketatanegaraan, kelembagaan, organisasi, tata laksana dan birokrasi.
Struktur komando senior dan junior yang kental menjadi masalah tersendiri ditubuh polri, terbukti dari kasus FS anggota polri bawahan FS banyak yang terlibat mencapai puluhan.

Kedua, aspek instrumental, “prinsip dasar filosofi, doktrin yang dipegang polri terkadang keluar dari koridor sebagai pengayom, yang mesti menjadi tugas mulia dalam pengabdian, dalam proses pendidikan filosofi dan doktrin penting diperkuat nilai-nilai humanisme dan persuasif. Sehingga citra polri yg represif, menakutkan, eksklusif, dan kebal hukum dapat dihilangkan. Maka hal hal itu harus dikaji dan bs dihubungkan dengan kenaikan pangkat jadi sesuai kinerja, kompetensi” Jelas Ihsan.

Ketiga, “perlu dikasji aspek Kultural karena masyakat merasa sudah waktunya polisi kembali sesuai dengan tugas mengayomi bukan doktrin polisi menakutkan”

Ini momentum terbaik untuk melakukan Reformasi birokrasi di tubuh Polri, termasuk Ihsan mengusulkan dibentuknya lembaga pengawas internal yg memiliki kewenangan lebih kuat, sperti lembaga pengawas internal kayak KPK, ini penting tutup ihsan.

Narasumber lainnya dalam diskusi tersebut turut hadir Dr. Rasminto Koordinator Bidang DPP KNPI.

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.