by

Belajar Cara Terbaik Mendidik Anak

Masa anak-anak merupakan masa bermain. Aktifitas bermain merupakan kegiatan spontan yang tidak memiliki tujuan duniawi yang riil. Pendapat lain mengatakan bahwa bermain sebagai kegiatan yang mempunyai nilai praktis, artinya bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak. Dari defenisi tersebut disimpulkan bahwa bermain memunculkan unsur keasyikan dan kesenangan pada saat melakukannya. Rasa asyik dan senang sebagai suatu hal yang penting dalam perkembangan anak. Saat anak menggambar, melukis, dan membuat potongan kertas, mereka bereksperimen dengan warna, garis, bentuk dan ukuran. Mereka menggunakan cat, bahan-bahan dan kapur untuk membuat pilihan, mencoba ide, rencana, dan eksperimen. Mereka mempelajari tentang sebab-akibat saat mencampur warna, melalui mencoba dan gagal, mereka belajar menyumbangkan.

Bermain memberi kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan anak. Ketika anak bermain, ia akan mempelajari dan menyerap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ia mulai mengetahui bahwa ada sesuatu di sekitarnya. Disana terjadi proses perkembangan pada diri anak ketika anak bermain, yaitu melalui proses mempelajari dan menyerap. Selain itu, melalui imajinasinya ia akan memperoleh konsep-konsep bahasa seperti “sama” atau “lain”. Kalau itu terjadi pada diri anak berarti anak belajar. Hasil dari belajar adalah terjadi perkembangan pada diri anak.

Teori Piaget yang dikutip Tedjasaputra (2001) menjelaskan bahwa bermain bukan saja mencerminkan tahap perkembangan anak, tetapi juga memberikan sumbangan terhadap perkembangan kognisi itu sendiri. Lebih lanjut Piaget  menjelaskan bahwa Perkembangan bermain berkaitan dengan perkembangan kecerdasan seseorang. Sejalan dengan Piaget, Vygotsky yang juga dikutip Tedjasaputra (2001) menekankan bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak. Menurut Vygotsky seorang anak belum dapat berpikir abstrak karena bagi mereka makna dan objek menjadi satu. Melalui mermain ia akan dapat memisahkan makna dengan objek sebenarnya.  Keterlibatan anak dalam kegiatan bermain memberi peluang untuk memperoleh kemajuan dalam perkembangannya bahkan memajukan  zone of proximal development (ZPD) sehingga mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam memfungsikan kemampuannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed