oleh

Arief Rama, Sosok Pemuda yang Berikan pengajaran Data Science Secara Gratis di Tengah Pandemi

Biuus.com, – Arief Rama menyediakan pembelajaran mengenai Open Source dan Data Science secara gratis ternyata bukan satu-satunya hal utama yang menjadi fokusnya.

Dirinya memiliki pandangan bahwa kemampuan seseorang untuk belajar tidak akan berjalan secara maksimal dalam kondisi yang kurang memadai.

“ya, apa lagi tengah situasi pandemi yang terjadi, masyarakat Indonesia dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada, di mana hampir semua aspek kehidupan secara besar-besaran melakukan transformasi digital dan memiliki keterkaitan yang erat dengan teknologi, “ ucap Arief.

Dalam arti kata, pihak yang memiliki sumber daya yang cukup mungkin bisa bertahan bahkan meningkatkan kekuatannya di tengah kondisi pandemi yang terjadi saat ini. Kebalikannya, pihak yang sama sekali tidak memiliki sumber daya atau kesempatan untuk belajar justru semakin jatuh dan terpuruk.

Jika melihat hasil survei pasar tenaga kerja yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), diketahui prediksi perkembangan Pasar Tenaga Kerja Tahun 2020-2025, dan profesi yang paling banyak dicari pada tahun 2025 mendatang.

Menurut Arief Rama, makna dari Data Science itu sejatinya lebih ke bagaimana kita memproses data.

Data Science menjadi sebuah insight yang dibutuhkan guna mengambil langkah tepat demi menciptakan pergerakan dan hasil yang memuaskan bagi sebuah instansi, atau dalam hal ini perusahaan yang mempekerjakan seorang Data Scientist, “ucap Arief.

Menurut Arief Rama, belum bisa dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh setiap orang saat ini.

“Jadi gak perlu menunggu sampai tahun 2025, bahkan kebutuhan akan profesi itu sebenarnya dari sekarang bahkan beberapa tahun yang lalu pun juga sudah menjadi kebutuhan besar,” ucap Arif.

Kembali menyinggung soal kebutuhan industri, hal tersebut lah yang nyatanya menjadi alasan lain mengapa Arief kerap konsisten memberikan pembelajaran secara gratis mengenai Open Source dan Data Science, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Karena jika bicara soal penerapan Data Science di perusahaan skala besar dan perusahaan teknologi, hal tersebut sudah bukan hal yang asing lagi, melainkan menjadi roda atau penggerak utama dalam kelangsungan perusahaan.

Menurut Arief Rama, usaha-usaha kecil layaknya UMKM sejatinya bisa memiliki kesempatan bertahan bahkan berkembang lebih cepat bila memiliki pengetahuan yang tepat akan keberadaan Data Science, bahkan di tengah situasi pandemi sekalipun.

“Karena itu lah mengapa Data Science penting, ya karena masih ada gap besar untuk pelaku usaha lokal atau UMKM asli kita sendiri dan instansi pemerintah, dengan perusahaan teknologi asing yang katakanlah ada di Indonesia,” ucapnya.

Dirinya lebih fokus pada keprihatinan mengenai bagaimana caranya supaya tiap orang yang sebenarnya memiliki tekad ingin untuk tetap belajar.

“Karena pada kenyataannya tidak semua orang punya kesempatan istimewa untuk bisa berkuliah di universitas ternama, misalnya di Binus, atau di UI, selalu ada yang melewatkan kesempatan itu karena berbagai faktor entah karena kondisi ekonomi dan lain sebagainya,” terang Arief.

Menurut Arief bahwa hal tersebut bermula dari keprihatinan dirinya melihat dua orang peserta yang membeli jajanan berupa cilok senilai Rp5.000, namun membaginya secara bersama-sama.

“Dari kejadian itu awalnya saya bercanda, bagaimana kalian mau pintar di pelajaran saya, kalau makan cilok Rp5.000 saja dibagi dua,” ungkap Arief.

Akhirnya, pada yayasan tersebut, Arief juga menyediakan makan dan ruangan untuk tempat beristirahat bagi peserta kelasnya yang berasal dari wilayah terbilang agak jauh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed